ANATOMI SISTEM GASTROINTESTINAL
ARTIKEL
Tugas pada Mata Kuliah Pendidikan dalam
Keperawatan
Program Studi Ilmu Keperawatan Semester 3
kelas A-6
Oleh :
CINDY KRYSTALIA
12142013544
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2013
ANATOMI SISTEM GASTROINTESTINAL
Sistem
pencernaan (bahasa
Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan,
mencernanya menjadi energi dan
nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem
pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.
Secara
spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan, memecah nya
menjadi molekul nutrisi yang
lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam alirah darah, kemudian
membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.
organ yang
termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok:
·
Saluran pencernaan
Saluran
pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot.
Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih
kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang
termasuk di dalam nya adalah : mulut,faring, esofagus, lambung,
usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh
melalui anus.
·
Organ pencernaan tambahan (aksesoris)
Organ
pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam
melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung
empedu serta kelenjar pencernaan akan
dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar
pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang
berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu,
beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar
ludah, hati dan pankreas.
Rongga
Mulut & Faring
Fungsi dari
mulut dan struktur yang berasosiasi dengan mulut adalah sebagai penerima
pertama makanan, yang memulai pencernaan melalui proses mastikasi, kemudian
menelan. Mulut, yang disebut juga oral cavity/rongga mulut dibentuk oleh pipi,
bibir, palatum durum, dan palatum molle. Bagian vestibula dari rongga mulut
merupakan struktur cekungan diantara pipi dan bibir dengan gigi dan gusi.
Bukaan dari rongga mulut disebut juga orifisia oris (oral orifice), dan bukaan
antara rongga mulut dengan faring disebut fauces.
Lidah
Lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat mastikasi dan
membantu dalam proses menelan. Lidah berupa otot rangka yang diselubungi oleh
membran mukosa. Otot ekstrinsik lidah menggerakkan lidah dari sisi-ke-sisi dan
keluar-masuk. Dua per tiga bagian lidah berada di rongga mulut, sementara
sepertiganya berada di faring, melekat dengan tulang hioid. Tonsila lingualis
berada pada permukaan superior dari pangkal lidah, dan bagian inferior lidah
berhubungan dengan garis tengah dari dasar mulut dengan frenulum lingualis.
Pada permukaan lidah terdapat papilla yang memberikan permukaan kasar pada
lidah yang membantu pergerakan makanan dan sebagian memiliki kuncup pengecap.
Gigi
Terdapat 4 jenis gigi, yaitu gigi seri/incisors, gigi taring/canines, dan gigi geraham premolar dan molar. Gigi geraham memiliki permukaan buccal yang bersinggungan dengan pipi, sementara gigi seri dan gigi taring memiliki permukaan labial yang bersinggungan dengan bibir. Semua gigi memiliki permukaan lingual yang bersinggungan dengan lidah.
Gigi
Terdapat 4 jenis gigi, yaitu gigi seri/incisors, gigi taring/canines, dan gigi geraham premolar dan molar. Gigi geraham memiliki permukaan buccal yang bersinggungan dengan pipi, sementara gigi seri dan gigi taring memiliki permukaan labial yang bersinggungan dengan bibir. Semua gigi memiliki permukaan lingual yang bersinggungan dengan lidah.
Kelenjar Saliva
Kelanjar saliva merupakan kelenjar pencernaan aksesoris yang
menghasilkan saliva. Banyak kelenjar-kelenjar saliva minor yang berlokasi di
membran mukosa daerah palatum di dalam rongga mulut, akan tetapi terdapat 3
pasang kelenjar saliva di luar rongga mulut yang memproduksi sebagian besar
dari saliva yang dialirkan ke rongga mulut melalui saluran tertentu. Kelenjar
parotid merupakan kelenjar saliva terbesar, yang berada di bagian depan-bawah
dari daun telinga, di antara kulit dan otot masseter. Saliva yang diproduksi kelenjar
ini dialirkan melalui duktus parotid(Stensen’s) yang keluar di rongga mulut
berhadapan dengan gigi molar atas kedua. Kelenjar submandibular berada di bawah
mandibula, di sisi dalam dari rahang, ditutupi otot mylohioid. Saliva dari
kelenjar ini dialirkan melalui duktus submandibularis (Wharton’s), yang keluar
di dasar mulut di bagian lateral dari frenulum lingualis. Kelenjar sublingualis
berada di bawah membran mukosa dari bagian dasar mulut, dangan saliva yang
dikeluarkan melalui duktus sublingual (Rivinus’ duct) yang keluar di dasar
mulut pada area posterior dari papilla ductus submandibularis.
Faring merupakan penghubung
rongga mulut dengan esofagus, aksi penelanan meliputi tiga fase (volunter,
faring, esofagus) (Sloane, 2004 : 2850.
Esofagus
Esofagus merupakan bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan faring dengan lambung. Esofagus merupakan organ berbentuk tabung yang memiliki panjang kurang lebih 25 cm, berawal dari laring di vertebra servikal VI dan berada posterior dari trakea. Esofagus berada di dalam mediastinum dari toraks dan melewati diafragma melalui suatu lubang, yaitu esophageal hiatus menuju lambung. Esofagus dilapisi oleh epitel skuamosa berlapis tanpa lapisan tanduk. Sepertiga bagian superiornya terdiri dari otot rangka, sepertiga tengah merupakan kombinasi otot rangka dan otot polos, dan sepertiga bawahn ya hanya dibentuk oleh otot polos. Pada persambungan antara lambung dan esofagus terdapat gastroesophageal sphincter, yang merupakan penebalan dari serat otot sirkular. Setelah makanan atau cairan masuk ke lambung, sphincter tersebut menyempit untuk mencegah isi perut mengalami regurgitasi kembali ke dalam esofagus akibat tekanan pada daerah toraks lebih rendah dibanding tekanan pada abdomen sebagai hasil dari paru-paru yang terisi udara. Berdasarkan posisinya, esofagus terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pars servikalis, pars torakalis, dan pars abdominalis. Esofagus mengalami empat penyempitan: (1) pada trakea dan saraf laring, 15 cm dari gigi seri, (2) lengkung Aorta, 22 cm dari gigi seri, (3) Bronkus kiri, 27 cm dari gigi seri, (4) pada diafrgama, pada hiatus esofagus, 37 cm dari gigi seri.
Lambung
Lambung merupakan organ pada sistem GI yang memiliki kemampuan meregang paling tinggi, yang berada di regio hipokondria sinistra, epigastrikum, dan umbilikalis, tepat di bawah diafragma. Berbentuk seperti huruf J saat kosong, lambung berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan yang akan dicerna sementara makanan tersebut dicampur dengan sekret dari lambung untuk menjadi chyme, yang akan bergerak menuju usus halus. Lambung dibagi menjadi empat bagian, yaitu cardia, fundus, corpus, dan pylorus. Cardia merupakan bagian atas yang langsung berhubungan dengan esofagus, tepat di bawah sphincter esofagus. Fundus merupakan bagian kubah di daerah sinistra yang langsung bersentuhan dengan diafragma. Corpus merupakan bagian tengah dari lambung yang berukuran paling besar, sementara pylorus merupakan bagian berbentuk saluran/cerobong pada bagian ujung dari lambung. Sphincter pylorus merupakan otot sirkular yang termodifikasi pada ujung pylorus yang bersambungan dengan usus halus. Persambungan ini mengatur pergerakan chyme menuju usus halus dan menghambat aliran balik ke arah lambung. Pylorus terbagi menjadi bagian antrum, canal, dan sphincter.
Lambung memiliki dua permukaan dan dua batas. Bagian permukaan
terbagi menjadi permukaan anterior dan posterior. Batas medial yang berbentuk
konkaf merupakan kurvatura minor, yan di bagian tersebut juga terdapat
magenstrasse waldeyer, yang merupakan jalur khusus untuk air, sementara batas
lateral yang berbentuk konveks disebut kurvatura mayor. Omentum minor
membentang di antara kurvatura minor dengan hati, sementara omentum mayor
melekat pada kurvatura mayor.
Usus Halus/ Intestinum Tenue
Usus halus merupakan bagian dari saluran GI di antara sphincter
pylorus lambung dan katup ileocecal yang membuka ke usus besar. Usus halus
berada di bagian tengah dan bawah dari rongga abdominal dan disokong oleh
mesenterium, kecuali bagian awalnya. Mesenterium tersebut berfungsi untuk
memberikan kemampuan bagi usus untuk bergerak namun mencegah usus menjadi
terpilin atau bengkok. Di dalam mesenterium terdapat pembuluh darah, saraf, dan
pembuluh limfa. Usus halus pada manusia hidup memiliki panjang kurang lebih 3m
dengan diameter 2,4 cm, akan tetapi panjangnya akan menjadi dua kali lipat pada
kadaver, dimana muskularis externanya mengalami relaksasi. Usus halus merupakan
organ pencernaan utama dan daerah utama penyerapan nutrisi. Usus halus
dipersarafi oleh pleksus mesenteria superior, diperdarahi oleh arteri
mesenteria superior dan cabang-cabang dari arteri celiaca dan arteri mesenteria
inferior, dan memiliki sistem drainase melalui vena mesenterika superior. Usus
halus terbagi menjadi 3 bagian:
Duodenum
Berbentuk C, dengan ukuran 25 cm, dari sphincter pylorus sampai fleksura duodenojejunum. Terkecuali sebagian kecil yang menempel dengan lambung, duodenum merupakan organ retroperitoneal. Bagian konkafnya yang menghadap sinistra menerima sekresi empedu dari hati dan kandung empedu melalui duktus koledokus dan sekresi pankreas melalui duktus pankreatikus major. Dua saluran ini menyatu membentuk jalan masuk ke duodenum yang disebut hepatopancreatic ampulla (ampulla Vater), yang menembus dinding duodenum, yang keluar di duodenum pada duodenal papilla. Di sanalah empedu dan enzim pankreas masuk ke dalam usus halus. Papilla duodenal dapat dibuka-tutup oleh sphincter ampulla (Oddi).
Jejunum
Merupakan terusan duodenum ke ileum, memiliki panjang 1 m dengan lumen yang lebih besar dan pelipatan internal yang lebih banyak dibandingkan ileum.
Ileum
Berukuran panjang 2 m, ujung terminal dari ileum mengarah ke bagian medial dari sekum melalui katup ileocecal. Pada ileum juga banyak ditemui Peyer’s patch. Perbedaan lainnya adalah mesenterium dari ileum memiliki vasa arcades yang lebih banyak dibanding jejunum disertai dengan vasa recta yang pendek.
Usus Besar/ Intestinum Crassum
Usus besar berukuran panjang 1,5 m dengan diameter 6,5 cm. Usus
besar berawal dari ujung ileum di bagian kanan bawah dari abdomen, memanjang ke
superior tepat di bawah liver, kemudian memotong ke kiri, turun menuju pelvis,
dan berhenti pada anus. Bagian dari mesenterium, yaitu mesokolon menahan bagian
transversum dari usus besar pada dinding abdomen posterior. Usus besar memiliki
fungsi pencernaan yang tidak terlalu besar selain menyerap air dan elektrolit
dari chyme yang tersisa dan membentuk, menyimpan, serta mengeluarkan feses.
Usus besar dibagi menjadi caecum, colon, rectum, dan anal canal. Caecum atau sekum merupakan kantong yang berada sedikit di bawah katup ileocecal yang merupakan pelipatan membran mukosa pada persambungan antara usus kecil dan usus besar yang berfungsi untuk mencegah aliran balik dari chyme. Appendiks , suatu struktur yang berupa proyeksi mirip jari menempel pada batas inferior medial dari sekum. Appendiks yang berukuran 8 cm mengandung jaringan limfa yang banyak, yang dapat berfungsi untuk melawan infeksi.
Bagian superior dari dari sekum berlanjut menjadi colon, yang terdiri dari kolon asendens, kolon transversum, kolon desendens, dan kolon sigmoid. Kolon asendens memanjang ke arah superior dari sekum di sepanjang dinding abdomen kanan menuju permukaan inferior hati. Kolon pada daerah ini membengkok tajam ke arah sinistra membentuk fleksura hepatika/ fleksura colic dekstra dan berlanjut melewati rongga abdomen atas sebagai kolon transversum. Pada bagian kiri rongga abdomen, kolon membengkok kembali, yang disebut fleksura splenic/ fleksura kolik sinistra, yang menandakan perubahan menjadi kolon desendens. Dari fleksura splenik, kolon desendens memanjang menuju inferior sepanjang dinding abdomen kiri ke regio pelvis. Kolon kemudian berbelok ke arah medial dari pinggir pelvis membentuk lekukan berbentuk S, yang disebut kolon sigmoid.
Ujung terminal 20 cm dari saluran GI adalah rektum, dengan 2-3 cm dari rektum merupakan canalis analis. Rectum berada pada anterior dari sacrum, dan terikat kuat dengan peritoneum. Anus merupakan bukaan keluar dari canalis analis. Dua otot sphincter menjaga bukaan anus, yaitu internal anal sphincter yang merupakan otot polos dan external anal sphincter yang merupakan otot rangka. Membran mukosa dari canalis analis tersusun dalam pelipatan longituinal yang memiliki vaskularisasi yang tinggi, yaitu kolum anal.
Usus besar dibagi menjadi caecum, colon, rectum, dan anal canal. Caecum atau sekum merupakan kantong yang berada sedikit di bawah katup ileocecal yang merupakan pelipatan membran mukosa pada persambungan antara usus kecil dan usus besar yang berfungsi untuk mencegah aliran balik dari chyme. Appendiks , suatu struktur yang berupa proyeksi mirip jari menempel pada batas inferior medial dari sekum. Appendiks yang berukuran 8 cm mengandung jaringan limfa yang banyak, yang dapat berfungsi untuk melawan infeksi.
Bagian superior dari dari sekum berlanjut menjadi colon, yang terdiri dari kolon asendens, kolon transversum, kolon desendens, dan kolon sigmoid. Kolon asendens memanjang ke arah superior dari sekum di sepanjang dinding abdomen kanan menuju permukaan inferior hati. Kolon pada daerah ini membengkok tajam ke arah sinistra membentuk fleksura hepatika/ fleksura colic dekstra dan berlanjut melewati rongga abdomen atas sebagai kolon transversum. Pada bagian kiri rongga abdomen, kolon membengkok kembali, yang disebut fleksura splenic/ fleksura kolik sinistra, yang menandakan perubahan menjadi kolon desendens. Dari fleksura splenik, kolon desendens memanjang menuju inferior sepanjang dinding abdomen kiri ke regio pelvis. Kolon kemudian berbelok ke arah medial dari pinggir pelvis membentuk lekukan berbentuk S, yang disebut kolon sigmoid.
Ujung terminal 20 cm dari saluran GI adalah rektum, dengan 2-3 cm dari rektum merupakan canalis analis. Rectum berada pada anterior dari sacrum, dan terikat kuat dengan peritoneum. Anus merupakan bukaan keluar dari canalis analis. Dua otot sphincter menjaga bukaan anus, yaitu internal anal sphincter yang merupakan otot polos dan external anal sphincter yang merupakan otot rangka. Membran mukosa dari canalis analis tersusun dalam pelipatan longituinal yang memiliki vaskularisasi yang tinggi, yaitu kolum anal.
Rectum terletak di bawah kolon
sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus, terletak dalam rongga
pelvis di depan os sakrum dan os koksigis. Fungsi rektum adalah sebagai
jalannya feses dari kolon menuju anus.
Anus
Anus adalah bagian dari saluran
pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar. Fungsi anus adalah
mengeluarkan feses. Dinding anus di perkuat oleh 3 sfingter antara lain
sfingter ani internus, levator ani, dan sfingter ani eksternus.
Dalam membantu terlaksananya pencernaan makanan secara kimiawi
dibutuhkan organ-organ aksesoris yang meliputi hati, kantong empedu dan pancreas
:
Liver/Hati
Hati merupakan organ dalam terbesar dengan berat 1,3 kg pada orang dewasa. Hati berada tepat di bawah diafragma, di regio epigastrikum dan hipkondriak dekstra. Hati berwarna merah-kecoklatan akibat banyaknya vaskularisasi. Hati memiliki 4 lobus dan dua ligamen penyokong. Di bagian anterior, lobus dekstra dipisahkan dari lobus sinistra oleh ligamentum falciformis yang menyambungkan hati ke dinding anterior abdomen. Di bagian inferior, lobus caudatus terletak di dekat vena kava inferior, sementara lobus quadratus terletak bersebelahan dengan kandung empedu. Ligamentum teres, yang merupakan sisa-sisa dari vena umbilikalis memanjang dari ligamentum falciformis ke umbilikus. Ligamentum triangular dan ligamentum koronaria menempelkan hati ke diafragma, sementara ligamentum hepatogastrikum dan hepatodeodenum masing-masing menempelkan hati ke lambung dan duodenum.
Kandung Empedu/ Vesika Felea
Kandung empedu merupakan organ seperti kantung yang menempel pada
permukaan inferior dari hati. Organ ini menyimpan dan mengonsentrasikan empedu.
Sebuah katup sphincter pada pangkal leher kandung empedu memungkinkan
pemyimpanan empedu sekitar 35-50 ml. Lapisan mukosa bagian dalam kandung empedu
memiliki pelipatan yang mirip dengan gastric folds pada lambung. Saat kandung
empedu terisi oleh cairan empedu, ukuran den bentuknya mengembang seperti buah
pir kecil. Empedu secara kontinu diproduksi oleh hati dan keluar melalui duktus
hepatikus ke duktus koledokus menuju duodenum. Saat usus halus kosong,
sphincter ampulla menyempit dan empedu akan masuk lewat duktus cystikus ke
kandung empedu untuk disimpan. Kandung empedu diperdarahi oleh arteri sistikus
yang merupakan cabang arteri hepatika dekstra, dengan sistem drainase lewat
vena sistikus yang mengarah ke vena porta hepatika.
Pankreas
Pankreas
Pankreas disebut juga kelenjar campuran/mixed glands karena memiliki baik fungsi eksokrin maupun endokrin. Fungsi endokrin dilakukan oleh sekumpulan sel yang disebut pancratic islets atau pulau Langerhans. Sel-sel ini mensekresikan hormon insulin dan glukagon. Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas mensekresikan cairan pankreas lewat duktus pankreatikus ke duodenum. Pankreas merupakan organ retroperitoneal.
1 komentar:
How to make the very best Baccarat card games
In the top worrione ten list of the best casino table games, 메리트 카지노 고객센터 you are 카지노사이트 guaranteed to find the best table games with no minimum requirements,
Posting Komentar